Telah diamati selama bertahun-tahun bahwa Lima Elemen saling berhubungan dalam berbagai cara.
- Siklus Sheng (Urutan Pembangkitan)
- Siklus Ko (Urutan Pengendalian)
- Siklus Destruktif (Urutan Pengendalian Berlebih)
- Siklus Anti-Ko (Urutan Penghinaan)
Siklus Sheng
Urutan Pembangkitan atau Hubungan Ibu-Anak
Sama seperti dalam siklus musim, setiap elemen membangkitkan elemen lainnya, yaitu, satu elemen adalah "ibu" dari elemen berikutnya.
| Membangkitkan | Hubungan |
| Kayu (Hati) membangkitkan Api (Jantung) | Kayu (Hati) adalah Ibu dari Api (Jantung) |
| Api (Jantung) membangkitkan Tanah (Lima) | Api (Jantung) adalah Ibu dari Tanah (Lima) |
| Tanah (Lima) membangkitkan Logam (Paru-paru) | Tanah (Lima) adalah Ibu dari Logam (Paru-paru) |
| Logam (Paru-paru) membangkitkan Air (Ginjal) | Logam (Paru-paru) adalah Ibu dari Air (Ginjal) |
| Air (Ginjal) membangkitkan Kayu (Hati) | Air (Ginjal) adalah Ibu dari Kayu (Hati) |
Secara alami, oleh karena itu, setiap elemen dibangkitkan oleh elemen lainnya: Api adalah anak dari Kayu, Tanah adalah anak dari Api, dan seterusnya. Dalam alam, kita melihat ini dalam perubahan musim: Musim Dingin berubah menjadi Musim Semi, Musim Semi berubah menjadi Musim Panas.
Siklus Ko
Urutan Pengendalian atau hubungan Ayah-Anak Setiap elemen dikatakan mengendalikan, memeriksa, atau mengatur elemen lainnya.
- Kayu mengendalikan Tanah
- Api mengendalikan Logam
- Tanah mengendalikan Air
- Logam mengendalikan Kayu
- Air mengendalikan Api
Tentu saja, setiap elemen kemudian dikendalikan oleh elemen lainnya.
- Tanah dikendalikan oleh Kayu
- Kayu dikendalikan oleh Logam, dan seterusnya.
Siklus ini memastikan bahwa keseimbangan dipertahankan antara elemen-elemen.
Simbologi "ayah-anak" berkaitan dengan peran keluarga tradisional, di mana ayah adalah kepala rumah tangga yang patriarkal. Ibu, sebagai perbandingan, dilihat sebagai kekuatan kreatif dan pengasuh.
Siklus Destruktif
Urutan Pengendalian Berlebih
Ini sama dengan siklus Ko, tetapi dalam urutan ini, satu Elemen dikatakan "mengendalikan secara berlebihan" atau "menghancurkan" elemen lainnya, menyebabkan elemen yang dikendalikan menjadi Defisit. Ini terjadi ketika keseimbangan rusak sehingga satu elemen menjadi berlebihan dalam hubungannya dengan elemen lainnya.
Yaitu - Kelebihan energi Kayu akan mengendalikan Tanah secara berlebihan, menyebabkan Tanah menjadi Defisit.
Siklus Anti-Ko
Urutan Penghinaan
Siklus ini adalah kebalikan dari siklus Ko atau urutan pengendalian. Dalam Urutan Penghinaan, elemen yang seharusnya DIKENDALIKAN menjadi tidak seimbang dan berlebihan, dan mengendalikan elemen yang biasanya mengendalikannya.
Yaitu - Alih-alih Logam mengendalikan Kayu, jika Kayu menjadi berlebihan, ia dapat "menghina" Logam, menyebabkan Logam menjadi tidak seimbang. Ini mirip dengan anak yang memberontak dan menghina atau mencoba mendisiplinkan ayahnya.
Empat Patologi yang Mungkin
Elemen dalam Kelebihan mengendalikan elemen lainnya secara berlebihan (urutan pengendalian berlebih)
Elemen dalam Defisit dihina oleh elemen lainnya (urutan penghinaan)
Elemen dalam Kelebihan menguras dari Ibu (siklus Sheng patologis)
Elemen dalam Kekurangan gagal memberi nutrisi pada Anak (siklus Sheng patologis)